Ekspedisi Lebang Sangka - Banten

Expedisi Lebak Sangka - Banten
Perjalanan Cahaya pada ekspedisi kali ini mencoba menyalurkan dana dari para donatur yang terkumpul untuk merenovasi sebuah Madrasah kecil di desa Lebak Sangka, yang kondisi awalnya sangat memprihatinkan. Ruangan madrasah berukuran 4x7 meter ini pada mulanya tanpa eternit, dinding nya rapuh termakan usia dan lembab, hanya papan tulis kecil untuk alat ajar mengajar dan hanya beberapa buku yg ada, tanpa karpet untuk alas duduk sekitar 75 santri, jadi para santri jika mengaji dan belajar duduk di lapisan semen yg dingin ditambah cuaca di desa yang juga dingin membuat tidak nyaman suasana belajar mereka, terlebih usia mereka yang masih dini (5-15 th) membuat miris hati bagi yang melihatnya.
Walaupun dengan sarana dan prasarana yang seadanya, semangat belajar dan mengaji anak2 di desa ini sangatlah kuat, ini yang mengetuk hati kami untuk mengadakan renovasi tempat belajar dan mengaji mereka, sebagai bentuk apresiasi semangat belajar mereka yang tinggi juga mengapresiasikan perjuangan sang ustadzah yg sudah berjuang membangunkan sebuah tempat belajar dan mengaji gratis bagi masyarakat desanya. (Album Photo Expedisi Lebak Sangka – Banten)


Ibu Eneng bersama para santinya 
Pengerjaan Madrasah ini telah dilaksanakan seminggu sebelum acara inti pada tanggal 21-22 februari 2016 dimana para Serdadu Cahaya membelikan perlengkapan alat dan bahan untuk pembangunan Madrasah ini.

Keadaan Madrasah dari luar ruangan
Keadaan Madrasah dari dalam ruangan


Sabtu pagi pukul 7:00 tepatnya, segera saja aku dan Ceppy M Al Faroughi berkemas dan memulai perjalanan menuju Lebak – Banten untuk mengikuti kegiatan bakti sosial. Ini kali keduanya aku mengikuti kegiatan Perjalanan Cahaya setelah kegiatan di Cisaar – Cilegok pada tanggal 31 desember 2016 lalu. Padahal rencananya keberangkatan ini akan di laksanakan pada pukul 3 sore setelah pulang sekolah, bahkan Kang Denny Lukman dan Om Arief sudah mengkondisikan aku untuk mempermudah dan agar aman selama perjalanan.

Jalan menuju lokasi madrasah


Perjalanan ini ditempuh dengan jarak 149 KM dari Kp.Parung Cabok – Citarik dengan jalur yang dilalui melewati rute Cikidang – Leuweung Datar Kalapa Nunggal – Palasari Berkah – Cianten – Cipeuteuy – Leuwi Liang – Jasinga – Lebak Sangka. Kondisi akses jalan bebatuan licin berlumpur dari kalapa nunggal hingga cipeuteuy lumayan bikin pinggang sakit dan tangan yang pegal karena jalan bebatuan membuat semua tubuh ini bergetarrrr…
Kami melewati Perkebunan Teh Helipad Kalapa Nunggal - Sukabumi dan tak ada kecurigaan nyasar terus melaju hingga menuju gerbang Chevron *nyasar 16 KM broh tapi disuguhin view yang oke banget* dan ternyata ini juga termasuk Wisata Alam Sukabumi yang GRATISSS. maklum, pertama kali menjamah rutenya, gmaps juga kasih rutenya itu menuju gerbang Chevron. Jadi mengulur waktu lebih lama lagi untuk sampai ke lokasi.


Perkebunan Teh Helipad Chevron Geotermal Sukabumi
Perkebunan Teh Helipad Chevron Geotermal Sukabumi

Pukul 12 sabtu siang, bertemu lah dengan beberapa para volunteer Serdadu Cahaya di lokasi. Menuju balai desa Lebak Sangka aku disambut dengan istri dari Cikgu Andi Hasdi Hamid dengan ramah sun pipi kiri kanan, kami sudah saling kenal sejak bertemu di Cisaar bulan lalu. Menuju madrasah juga bertemu dengan para volunteer yang lain, ternyata sudah begitu banyak yang hadir. Baru juga sampai di depan madrasah, para murid ibu eneng menyambut kami penuh riang dengan menyalami satu persatu, rasa menghargai dan sopan santun warga disana begitu besar.
Semua bergegas untuk melaksanakan shalat dzuhur, selesai shalat kita juga disuguhi makanan dengan berbagai macam menu. Ada sayur asam, tempe goreng, ikan asin teri dengan taburan kacang goreng, rebusan bihun dengan campuran kulit belinjo, sambal goreng, dan nasi putih. Nikmat bukan main.


Menu makanan khas Sunda
Makan Bersama
Makan bersama

Maka selesai makan siang, dimulailah acara inti. Yaitu perlengkapan sekolah yang terdiri dari tas, kaos kaki, buku tulis dan seperangkat alat tulis yang dibagikan kepada 68 santri yang masih bersekolah. Dana donatur juga digunakan untuk menyantuni 9 santri yang yatim dan pembelian perlengkapan shalat bagi 6 santri yang tidak bersekolah lagi. Pembagian dilakukan dengan memanggil anak satu persatu dan menyerahkannya. Juga di berikan sejumlah Al-Qur'an, 50 Juz Amma dan juga buku bacaan islami dari hasil sumbangan para donatur buku, tidak lupa Perjalanan Cahaya membuatkan mereka lemari buku untuk menyimpan semua buku-bukunya.


Pembagian seperangkat alat shalat kepada 6 santri
Pembagian tas, kaos kaki, buku tulis dan seperangkat alat tulis kepada 8 santr
Pembagian dana donatur kepada 9 anak yati

Warga desa, serdadu dan anak-anak berbaur di satu tempat untuk bersama-sama di Madrasah tersebut. Kita semua berharap, dukungan kita yang sedikit ini bisa membuat adik-adik di desa Lebak Sangka semakin semangat belajar.


Sampai juma di ekspdisi selanjuttnya - Spread the Spirit of Sharing




Terima kasih kepada :
Para Donatur, Serdadu Cahaya, dan para rider yang ikut serta dalam kegiatan bakti sosial Lebak Sangka - Banten.

Comments